1. Tokoh Utama: H. Damin Sada (Ketua Umum)
H. Damin Sada adalah figur sentral yang memberikan karakter kuat pada ormas ini. Profil beliau dikenal karena beberapa hal:
Latar Belakang: Beliau adalah tokoh asli Bekasi yang dikenal sebagai "Jawara Bekasi". Namanya mulai mencuat ke publik nasional karena keberaniannya menyuarakan aspirasi masyarakat lokal dan menjaga nilai-nilai budaya Betawi-Sunda.
Karakter Kepemimpinan: Dikenal tegas, blak-blakan, namun tetap mengedepankan jalur dialog dan agama. Beliau sering menekankan bahwa jawara harus memiliki "ilmu" dan "akhlak", bukan sekadar otot.
Filosofi: Beliau membawa misi agar warga Bekasi dan Jawa Barat secara umum tidak menjadi penonton di rumah sendiri di tengah pesatnya industrialisasi.
2. Identitas Organisasi
Nama Resmi: Jajaka Nusantara.
Markas Komando: Berpusat di Bekasi, Jawa Barat (sering disebut sebagai "Rumah Besar Jajaka").
Atribut: Anggota biasanya mengenakan pakaian khas jawara/pangsi berwarna hitam dengan ikat kepala (totopong) yang melambangkan kebanggaan atas identitas lokal.
3. Struktur Pengurus
Struktur organisasi Jajaka Nusantara dirancang untuk menyentuh tingkat paling bawah:
Dewan Pimpinan Pusat (DPP): Bertugas mengambil kebijakan makro dan koordinasi antarwilayah.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) & Cabang (DPC): Tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga sebagian Banten.
Anggota: Terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi pencak silat, tokoh agama, hingga pemuda setempat yang memiliki visi yang sama dalam menjaga keamanan kampung.
4. Karakteristik "Profil" Anggota
Menjadi anggota Jajaka Nusantara bukan sekadar bergabung dengan ormas, tapi mengadopsi gaya hidup tertentu:
Pelestari Bela Diri: Sebagian besar anggota aktif dalam perguruan silat lokal.
Religius: Kedekatan dengan ulama dan tokoh agama merupakan bagian dari profil organisasi ini. Kegiatan mereka seringkali dibarengi dengan pengajian atau perayaan hari besar Islam.
Responsif: Mereka dikenal memiliki solidaritas tinggi. Jika ada masalah sosial atau gangguan keamanan di suatu kampung, anggota Jajaka di wilayah tersebut biasanya cepat berkoordinasi.
Secara singkat, profil Jajaka Nusantara adalah profil "Penjaga Kearifan Lokal" yang memadukan kekuatan fisik tradisional dengan nilai spiritual untuk membentengi lingkungan dari dampak negatif modernisasi.